Bukan Sekadar Upacara, Polisi Titip Pesan Penting untuk 342 Pelajar SMA N 2 Hawu Mehara

Bukan Sekadar Upacara, Polisi Titip Pesan Penting untuk 342 Pelajar SMA N 2 Hawu Mehara

Bukan Sekadar Upacara, Polisi Titip Pesan Penting untuk 342 Pelajar SMA N 2 Hawu Mehara


Sabu Raijua – Upacara bendera di SMA Negeri 2 Hawu Mehara, Desa Peddaro, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, Senin (28/9/2026), bukan sekadar rutinitas. Di hadapan sekitar 342 pelajar, Satuan Binmas Polres Sabu Raijua melalui program Polisi Masuk Sekolah menyampaikan sejumlah pesan penting tentang disiplin, pergaulan, keamanan diri hingga bijak bermedia sosial.


Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 Wita tersebut dipimpin Kasat Binmas Polres Sabu Raijua IPTU Simon Toudengga, S.I.P. selaku Inspektur Upacara. Turut hadir personel Satuan Binmas, yakni Kaurmintu Sat Binmas AIPTU Damianus Eko serta Banit Sat Binmas BRIPTU Osniari Agridon Riwu, BRIPTU Adhitya A. Pandy dan BRIPDA Galang Pekuwali.


Dalam amanatnya, IPTU Simon Toudengga meminta pihak sekolah dan para guru untuk terus memberikan pembinaan kepada siswa agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter dan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif. Para pelajar diingatkan untuk menjaga kedisiplinan, tidak bolos sekolah, mematuhi tata tertib serta menghormati guru dan orang tua. Sikap disiplin, menurutnya, menjadi salah satu kunci dalam membentuk karakter dan meraih masa depan yang lebih baik.


Pesan berikutnya menyangkut anti-kekerasan dan anti-bullying. Para siswa diminta tidak terlibat dalam tawuran, perkelahian maupun tindakan perundungan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.


“Jangan selesaikan masalah dengan kekerasan. Jaga persaudaraan, saling menghargai dan apabila ada persoalan, segera sampaikan kepada guru atau pihak yang dapat membantu,” pesan Kasat Binmas.

 

Selain itu, Kasat Binmas mengingatkan para pelajar untuk menjauhi narkoba, minuman keras, obat-obatan terlarang dan kebiasaan menghirup lem (ngelem) yang dapat merusak diri serta menghambat masa depan. Di era digital, para siswa juga diminta untuk bijak menggunakan media sosial. Tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, tidak menyebarkan hoaks, menghindari konten pornografi serta tidak melakukan cyberbullying menjadi bagian dari edukasi yang disampaikan.


Menutup amanatnya, IPTU Simon mengajak seluruh pelajar untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Setiap potensi gangguan keamanan diharapkan dapat segera dilaporkan sehingga dapat ditangani sejak dini.


Melalui program Polisi Masuk Sekolah, Satuan Binmas Polres Sabu Raijua terus membangun komunikasi dan kemitraan dengan pihak sekolah serta generasi muda. Kehadiran polisi di lingkungan pendidikan diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja.