Pedoa Massal Warnai HUT Bhayangkara ke-80, Wujud Harmoni Polri dan Masyarakat Sabu Raijua

Pedoa Massal Warnai HUT Bhayangkara ke-80, Wujud Harmoni Polri dan Masyarakat Sabu Raijua

Sabu Raijua – Suasana penuh kebersamaan dan semangat kebudayaan mewarnai peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Sabu Raijua melalui pelaksanaan Festival Pedoa Massal yang digelar oleh Kepolisian Resor Polres Sabu Raijua, Selasa malam (23/06/2026).


Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Napae, Kel. Mebba  berlangsung meriah dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari para pelajar se Kab. Sabu Raijua, tokoh adat hingga masyarakat umum. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti tarian Pedoa dengan mengenakan busana adat khas Sabu Raijua.


Festival Pedoa Massal ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi juga menonjolkan pendekatan budaya sebagai sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Ketua panitia Pedoa massal Jefrison Haryanto Fernando menyampaikan bahwa kegiatan Festival Pedoa Massal merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui peningkatan aktivitas UMKM dan kunjungan masyarakat. Panitia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin tahunan. Disebutkan pula bahwa kegiatan didukung anggaran dari Polres Sabu Raijua sebesar Rp 15.000.000,- serta dukungan dari Pemerintah Daerah, Dinas Pariwisata, dan PLN Sabu Raijua.


Kapolres Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis, S.I.P., M.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa tarian Pedoa merupakan simbol kebersamaan, persatuan, dan keharmonisan masyarakat Sabu Raijua. Melalui kegiatan ini, Polri ingin terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang telah menjadi identitas daerah.

Festival Pedoa Massal diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan budaya yang sarat akan nilai-nilai kearifan lokal. Tradisi Pedoa yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sabu Raijua menjadi simbol rasa syukur, persaudaraan, dan penghormatan terhadap budaya leluhur. "Tegasnya.


“Melalui Festival Pedoa Massal ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang turut menjaga dan melestarikan budaya daerah,” ungkapnya.


Irama musik tradisional yang mengiringi gerakan para penari menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Lingkaran besar tarian Pedoa yang terbentuk di lokasi kegiatan menjadi simbol nyata persatuan dan harmoni di tengah masyarakat Sabu Raijua.


Selain menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata daerah, sehingga kekayaan budaya Sabu Raijua semakin dikenal luas.


Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran Polres Sabu Raijua dan masyarakat. Momentum tersebut menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta melestarikan budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa.