Kapolsek Hawu Mehara Mediasi Sengketa Tanah di Desa Ledeae, Serahkan Penyelesaian ke Kepala Suku
*Kapolsek Hawu Mehara Mediasi Sengketa Tanah di Desa Ledeae, Serahkan Penyelesaian ke Kepala Suku*
Hawu Mehara – Kapolsek Hawu Mehara Iptu Karel Riwu bersama Pemerintah Desa Ledeae memfasilitasi mediasi sengketa tanah antara Lambertus Raja Rohi dan Nila Bola di RT 016 RW 008 Dusun IV Luibali, Desa Ledeae, Kecamatan Hawu Mehara, Jumat (24/04/2026) pukul 11.30 WITA.
Mediasi turut dihadiri Pj. Kepala Desa Ledeae Ribka Lay Riwu, Wakil Ketua BPD Desa Ledeae Ruben Tona, S.A.P, Kepala Suku Nanawa Nabelu Thobias Nawa Doko, Kanit Binmas Aiptu Mikael Ratu, Bhabinkamtibmas Aipda Yudi Ndolu, serta perangkat desa dan para pihak yang bersengketa.
Dalam mediasi, kedua belah pihak menyampaikan klaim masing-masing. Pihak Lambertus Raja Rohi mengklaim lokasi sengketa merupakan tanah nenek moyang mereka yang kemudian diserahkan/dijual kepada Wellem Laka Hina dari Suku Nappuhina. Saat ini tanah tersebut digarap oleh Wadu Kale, anak dari Wellem Laka Hina.
Sementara pihak Nila Bola mengklaim tanah tersebut merupakan tanah ulayat Suku Nanawa Nabelu yang diberikan kepada nenek moyang Nila Bola selaku Raga Dimu dalam struktur adat dewan mone ama Hawu Mehara. Tanah itu disebut hanya dipinjamkan untuk digarap kepada saudari perempuan mereka yang menikah dengan laki-laki dari Suku Nappuhina, sehingga Wadu Kale hanya berstatus sebagai penggarap.
Kapolsek Hawu Mehara bersama Pemerintah Desa membuka ruang diskusi untuk mencari jalan tengah, mengingat kedua pihak yang bersengketa merupakan anak suku Nanawa Nabelu. Diusulkan agar lokasi tanah dibagi sama rata kepada pihak yang bersengketa.
Mediasi belum mencapai titik temu. Disepakati bahwa penyelesaian sengketa diserahkan kepada Kepala Suku Nanawa Nabelu, Thobias Nawa Doko, bersama pihak terkait untuk duduk bersama mencari solusi pembagian lokasi menjadi 2 atau 3 bagian. Mediasi lanjutan direncanakan Senin, 27 April 2026 pukul 10.00 WITA di RT 018 RW 008 Desa Ledeae.
Kegiatan mediasi berakhir pukul 13.10 WITA dalam keadaan aman. Saat ini lokasi tanah sengketa masih digarap oleh Wadu Kale.


