Dari Lapangan Upacara, Kasat Binmas Tanamkan Pesan Masa Depan kepada 503 Pelajar Sabu Barat

Dari Lapangan Upacara, Kasat Binmas Tanamkan Pesan Masa Depan kepada 503 Pelajar Sabu Barat

 


Sabu Raijua – Lapangan upacara SMP Negeri 2 Sabu Barat, Senin (14/9/2026) pagi, menjadi ruang bagi Polri untuk menanamkan pesan penting kepada generasi muda. Di hadapan sekitar 503 pelajar dan tenaga pendidik, Satuan Binmas Polres Sabu Raijua mengajak para siswa menjaga disiplin, menjauhi kenakalan remaja, serta berani mengatakan tidak terhadap bullying dan narkoba.


Pesan tersebut disampaikan Kasat Binmas Polres Sabu Raijua IPTU Simon Toudengga, S.I.P., saat bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam kegiatan Polisi Masuk Sekolah di SMP Negeri 2 Sabu Barat, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua.

Dalam amanatnya, IPTU Simon Toudengga mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan kesempatan penting bagi setiap pelajar untuk membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, para siswa diminta membiasakan diri hidup disiplin, tidak bolos sekolah, mematuhi tata tertib, serta menghormati guru dan orang tua.

“Jangan biarkan pergaulan yang salah menghancurkan masa depan. Gunakan masa muda untuk belajar, berprestasi dan membangun karakter yang baik,” pesannya. 


Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap fenomena bullying atau perundungan di lingkungan sekolah. Para siswa diajak untuk tidak melakukan kekerasan, mengejek, mengintimidasi maupun mempermalukan teman. Sebaliknya, mereka diminta membangun budaya saling menghargai dan saling mendukung.


Tidak kalah penting, para pelajar diingatkan untuk menjauhi minuman keras, narkoba, obat-obatan terlarang dan kebiasaan menghirup lem (ngelem). Kasat Binmas menegaskan bahwa berbagai perilaku tersebut tidak hanya membahayakan kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu pendidikan dan merusak masa depan generasi muda.


Di era digital, IPTU Simon turut mengingatkan siswa agar bijak menggunakan media sosial. Pelajar diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan berita bohong, tidak melakukan cyberbullying, serta menjauhi konten negatif dan pornografi.


“Jempol kita juga harus disiplin. Jangan sembarang membagikan sesuatu di media sosial. Pastikan apa yang kita lihat dan bagikan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.


Selain itu, para siswa diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang tidak dikenal sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan diri dan mencegah terjadinya tindak kejahatan terhadap anak.


IPTU Simon juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Apabila terdapat persoalan atau potensi gangguan keamanan, siswa diminta segera menyampaikannya kepada guru, pihak sekolah maupun kepolisian.


Melalui program Polisi Masuk Sekolah, Polres Sabu Raijua terus mendorong terciptanya generasi muda yang disiplin, berkarakter, berprestasi dan bebas dari berbagai bentuk kenakalan remaja.