Polres Sabu Raijua Gelar Simulasi Pengendalian Unjuk Rasa, Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

Polres Sabu Raijua Gelar Simulasi Pengendalian Unjuk Rasa, Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

 

Sabu Raijua — Polres Sabu Raijua melaksanakan kegiatan simulasi pengendalian unjuk rasa sebagai langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan personel dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kamis Sore (13/07/2026).

Simulasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polres Sabu Raijua dalam mempersiapkan personel menghadapi berbagai situasi kontinjensi, khususnya apabila terjadi penyampaian pendapat di muka umum yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Dalam pelaksanaan simulasi, personel diperagakan menghadapi sejumlah tahapan situasi, mulai dari pengamanan massa, pengaturan posisi personel, negosiasi dan komunikasi dengan peserta aksi, hingga penerapan langkah-langkah pengendalian massa sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menguji kesiapan personel, kekompakan antarunit, serta kemampuan komando dalam mengambil tindakan secara cepat, tepat dan terukur.

Kapolres Sabu Raijua Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis, S.I.P., M.H. menekankan bahwa setiap personel yang terlibat dalam pengamanan unjuk rasa harus mengedepankan pendekatan humanis, mengutamakan komunikasi dan negosiasi, serta tetap bertindak profesional sesuai standar operasional prosedur.

“Simulasi ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis personel, tetapi juga memastikan seluruh anggota memahami tugas, tanggung jawab dan tahapan tindakan apabila menghadapi situasi unjuk rasa di lapangan,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Polres Sabu Raijua memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Melalui kegiatan simulasi tersebut, diharapkan seluruh personel semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan serta mampu memberikan pelayanan dan pengamanan secara profesional, humanis dan proporsional dengan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.