Polri Amankan dan Dukung Pelestarian Adat Hole Liae di Desa Eilogo
SABU RAIJUA – Tradisi adat tahunan Hole Liae kembali digelar oleh masyarakat adat wilayah Liae di Lokasi Adat Nada Hole, Desa Eilogo, Kecamatan Sabu Liae, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Adat Bangaliwu Dimu tersebut berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan dari personel Polsek Sabu Timur.
Prosesi adat dimulai sejak pukul 10.00 Wita dan dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sabu Raijua bahkan dari luar Pulau Sabu. Selain menyaksikan secara langsung ritual adat, sebagian warga juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdagang dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Dalam prosesi pembukaan kegiatan adat Hole, Kapolsek Sabu Timur IPDA Daniel Fia, S.Pd menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat, khususnya di wilayah Liae.
Kapolsek juga mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan kegiatan adat berlangsung. Ia menegaskan agar tidak ada penjualan maupun konsumsi minuman keras di sekitar lokasi adat serta meminta para pedagang senjata tajam seperti parang dan pisau untuk memperhatikan barang dagangannya dengan baik dan menghindari tindakan yang melanggar hukum.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat menjadi polisi bagi diri sendiri demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama kegiatan adat berlangsung,” ujar IPDA Daniel Fia.
Kegiatan Hole Liae sendiri merupakan upacara adat penutupan kalender adat lama dan pembukaan tahun adat baru menurut kepercayaan leluhur masyarakat Liae. Tradisi ini telah diawali dengan kegiatan Bangaliwu pada 3 Mei 2026 serta Pehere Djara pada 4 Mei 2026 lalu.
Dalam kepercayaan masyarakat adat, rangkaian Hole memiliki makna spiritual sebagai bentuk syukur atas tahun yang telah berlalu sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, dan perlindungan dari berbagai penyakit maupun malapetaka.
Rangkaian kegiatan adat berlangsung selama tujuh hari dengan berbagai ritual adat, mulai dari pembayaran upeti kepada leluhur, ritual pengusiran wabah penyakit, pembersihan wilayah adat, hingga perayaan Tahun Baru Adat “Tau Wowiu”.
Pada pukul 15.00 Wita, masyarakat kembali melaksanakan ritual Pehere Djara di lokasi Nada Hole bagian timur sebagai bentuk memeriahkan penutupan tahun kalender adat Liae.
Tradisi Hole Liae juga dikenal sebagai simbol perdamaian masyarakat. Ritual taji ayam dalam adat tersebut dimaknai sebagai pengganti pertikaian antarmanusia maupun konflik dengan roh-roh halus, sehingga yang “bertarung” hanyalah ayam jago, demi terciptanya keamanan, ketentraman, dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan adat tahunan ini mendapat pengamanan dari personel Polsek Sabu Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sabu Timur IPDA Daniel Fia, S.Pd. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 17.30 Wita dalam keadaan aman dan tertib.


