Gerak Cepat Sat Reskrim dan Polsek Sabu Timur Tangani Peristiwa penemuan Mayat dugaan Korban terjatuh dari Pohon Kelapa
Gerak Cepat Sat Reskrim dan Polsek Sabu Timur Tangani Peristiwa penemuan Mayat dugaan Korban terjatuh dari Pohon Kelapa
Sabu Raijua – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sabu Raijua bersama personel Polsek Sabu Timur bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait ditemukannya Mayat seorang warga yang diduga meninggal dunia akibat terjatuh dari pohon kelapa yang berlokasi di RT 02/RW 01, Dusun I, Desa Tada, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Minggu (31/05/2026).
Korban diketahui bernama Paulus Udju Lomi, laki - laki, lahir di Sabu pada tanggal 09 Oktober 1965, agama kristen Protestan, pekerjaan petani yang berdomisili di RT 02/RW 01 Desa Tada, Kecamatan Sabu Tengah.
Kronologi kejadian bermula pada hari Minggu tanggal 31 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 Wita, ketika Anak Saksi an. Yeremias Djari Leba, datang bersama ayahnya ke rumah korban dengan tujuan meminta daun ubi. Setelah mendapatkan daun ubi, ayah Anak Saksi kembali ke rumahnya, sedangkan Anak Saksi an. Yeremias Djari Leba tetap berada bersama korban.
Sekitar pukul 08.00 Wita, korban bersama Yeremias Djari Leba pergi menuju kebun milik korban untuk memberi makan ternak babi. Setelah selesai memberi makan ternak, korban memetik daun ubi yang rencananya akan digunakan sebagai pakan ternak babi. Selanjutnya Anak Saksi an. Yeremias Djari Leba melihat korban hendak memanjat salah satu pohon kelapa yang berada di kebun tersebut. Karena menganggap korban akan melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, Saksi Yeremias Djari Lebapun kemudian meninggalkan korban dan pergi ke rumah tantenya yaitu Desi Leba Udju.
Sekitar pukul 09.30 Wita, Anak Saksi an. Dowel Darius Daud, berjalan menuju rumah neneknya yang bernama Sopia Rihi Ha'u dengan tujuan meminta bantuan untuk menjaga adiknya. Saat melintasi area kebun milik korban, Anak Saksi an. Dowel Darius Daud melihat korban dalam posisi tengkurap dan tidak bergerak dibawah pohon kelapa. Karena merasa takut dan curiga melihat kondisi korban yang tidak bergerak tersebut, Anak Saksi an. Dowel Darius Daud segera berlari menuju rumah Saksi Desi Leba Udju untuk memberitahukan kejadian tersebut.
Setelah menerima informasi dari Anak Saksi an. Dowel Darius Daud, Saksi Desi Leba Udju bersama Saksi Melki Tobe dan Anak Saksi Yeremias Djari Leba, menuju lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban. Sesampainya di lokasi, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengkurap di bawah pohon kelapa. Para saksi juga melihat adanya darah yang keluar dari mulut korban.
Selanjutnya Saksi Desi Leba Udju memberitahukan kejadian tersebut kepada Sopia Rihi Ha'u, yang merupakan ipar kandung korban. Tidak lama kemudian keluarga korban dan masyarakat sekitar mulai berdatangan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi korban. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Kepolisian Sektor Sabu Timur.
Setelah menerima laporan, anggota Polsek Sabu Timur segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan tindakan kepolisian berupa pengamanan TKP, olah TKP, identifikasi korban dan saksi-saksi, dokumentasi dan melaporkannya kepada Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua Iptu Deflorintus M. Wee, S.H. selanjutnya berkoordinasi dengan tenaga medis dari Puskesmas Eimadake untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dr. Kefarina Sitepu dari Puskesmas Eimadake, ditemukan luka lecet pada kedua tangan bagian dalam, luka lecet pada bagian dada sebelah kiri hingga perut bagian kiri, luka lecet pada lutut kiri, luka robek pada bagian kepala belakang sebelah kanan di bawah telinga kanan, serta luka tidak beraturan pada bagian pipi kanan hingga mata kanan. Selain itu ditemukan adanya retakan pada tulang pipi kanan, pecahnya tulang kepala bagian belakang dekat telinga kanan, serta darah yang keluar dari mulut dan telinga kanan korban.
Menurut keterangan dokter, korban diduga meninggal dunia akibat trauma tumpul pada bagian kepala belakang dekat telinga kanan.
Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua IPTU Defrorintus M. Wee, S.H. tiba di TKP saat dilakukan pemeriksaan luar oleh Team Medis bersama - sama dengan Piket Polsek Sabu Timur melakukan identifikasi serta melakukan oleh TKP di lokasi penemuan mayat dimaksud dan bertemu dengan saksi - saksi yg pertama kali bertemu dengan Korban maupun disaat Korban pertama kali ditemukan serta keluarga besar Korban yg mengetahui peristiwa dimaksud dan mendapatkan penyampaian secara langsung dari pihak keluarga atas peristiwa yg menimpa Korban tbs agar Korban dapat dibawa ke rumah duka setelah pemeriksaan luar agar Korban dapat dimakamkan dengan layak dan tidak perlu dilakukan Autopsi utk Penyelidikan lebih lanjut oleh karena Korban sebelumnya pernah mengalami hal serupa terjatuh dari pohon hingga mengalami patah tangan dan Korbanpun sebelumnya mengidap tekanan darah tinggi sehingga ada dugaan Korban terjatuh dari pohon kelapa saat ybs memanjatnya untuk mengambil buah kelapa guna dijadikan makanan babi miliknya.
Salah satu pihak keluarga korban menyampaikan kepada Kasat Reskrim IPTU Defrorintus M. Wee, S.H. menerima atas kematian korban sebagai suatu musibah dan menolak dilakukan autopsi, selanjutnya pihak keluarga korban membuat surat pernyataan penolakan di lakukan outopsi.
Kapolsek Sabu Timur IPDA Daniel Fia, S.Pd. mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas berkebun maupun memanjat pohon yang memiliki risiko tinggi, terutama bagi warga yang bekerja seorang diri di kebun.


