Nyaris Merembet ke Permukiman, Kebakaran Lahan 10 Hektare di Sabu Barat Berhasil Dijinakkan

Nyaris Merembet ke Permukiman, Kebakaran Lahan 10 Hektare di Sabu Barat Berhasil Dijinakkan


Sabu Raijua – Kebakaran lahan kosong terjadi di wilayah Deki, RT 010/RW 005, Dusun III, Desa Nadawawi, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita.


Kobaran api yang muncul dari sekitar pinggir Kali Lokoaew dengan cepat merambat ke sejumlah titik dan membakar lahan kering seluas kurang lebih 10 hektare. Kondisi angin serta vegetasi yang kering akibat musim kemarau membuat api cepat menyebar. Mengetahui kejadian tersebut, personel piket Polsek Sabu Barat langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua, Damkar Satpol PP Kabupaten Sabu Raijua serta masyarakat setempat untuk melakukan penanganan.


Petugas gabungan berjibaku memadamkan kobaran api sekaligus mencegah api merembet ke kawasan permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Berdasarkan keterangan dua orang saksi, yakni Jusni Hina Lede (21) dan Domison Hina Lomi (16), api pertama kali terlihat sekitar pukul 11.00 Wita dari arah pinggir Kali Lokoaew. Api kemudian merambat dengan cepat dan menyebar ke beberapa arah dalam kelompok-kelompok kecil.


Upaya pemadaman dilakukan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan tangki air milik BPBD. Setelah beberapa jam dilakukan penanganan, sekitar pukul 15.00 Wita kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
 
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Kebakaran juga tidak menyebabkan kerusakan terhadap rumah penduduk maupun fasilitas umum.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Berdasarkan informasi awal di lapangan, sumber api diduga berasal dari sekitar Kali Mati Lokoaew dan terdapat dugaan kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran oleh orang yang belum diketahui identitasnya.


Kapolsek Sabu Barat bersama personel mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi lahan yang kering dan angin yang cukup kuat dapat menyebabkan api dengan cepat meluas dan mengancam permukiman.


Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan titik api.


Sinergi antara kepolisian, BPBD, Damkar dan masyarakat dalam penanganan kebakaran tersebut menjadi langkah penting dalam mencegah api meluas serta melindungi keselamatan warga dan lingkungan sekitar.