Polsek Sabu Timur Gelar “Jumat Curhat” di Desa Matei, Warga Sampaikan Berbagai Keluhan

Polsek Sabu Timur Gelar “Jumat Curhat” di Desa Matei, Warga Sampaikan Berbagai Keluhan

*Polsek Sabu Timur Gelar “Jumat Curhat” di Desa Matei, Warga Sampaikan Berbagai Keluhan*

Sabu Raijua – Polsek Sabu Timur, Polres Sabu Raijua, menggelar kegiatan _Jumat Curhat_ bersama masyarakat Desa Matei, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Jumat (17/04/2026) pukul 09.00 WITA di Aula Kantor Desa Matei.

Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi dan komunikasi langsung antara Polri dan masyarakat, guna menyerap aspirasi, keluhan, serta memberikan penjelasan dan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.

*Keluhan Warga dan Penjelasan*
Dalam sesi tanya jawab, warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait pelayanan SIM, penjualan BBM eceran yang melebihi HET, pengurusan balik nama kendaraan, kendala pelayanan di SPBU, serta status kepemilikan tanah di Desa Matei.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Sabu Timur menjelaskan bahwa pelayanan penerbitan SIM masih terkendala karena Polres Sabu Raijua belum memiliki alat cetak SIM. Untuk balik nama kendaraan, diperlukan dokumen lengkap seperti BPKB, STNK yang pajaknya masih aktif, dan KTP penjual, serta mutasi keluar jika kendaraan berasal dari luar daerah.

Terkait tanah, Kapolsek menegaskan bahwa keabsahan kepemilikan harus dibuktikan dengan sertifikat atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Sementara untuk SPBU, pihaknya akan berkoordinasi dengan operator agar tidak melayani kendaraan yang tidak lengkap. Harga eceran BBM sesuai HET adalah Rp20.000 per botol untuk Pertalite dan Rp25.000 per botol untuk Pertamax, dengan penegakannya menjadi kewenangan pemerintah daerah.

*Program Sabuk Kamtibmas*
Kanit Intelkam juga mensosialisasikan Program _Sabuk Kamtibmas_ dan mengajak Kelompok Karang Taruna Desa Matei untuk bergabung sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa.

Kegiatan _Jumat Curhat_ yang merupakan agenda rutin setiap Jumat ini berlangsung lancar, aman, dan kondusif, berakhir pukul 11.10 WITA. Warga mengapresiasi keterbukaan dan solusi yang diberikan pihak kepolisian.